Makin syar'i Makin Cantik :-)
Makin Syar'i Makin Cantik
Syar'i
dan cantik, menjadi satu hal yang susah dipertemukan, bagaikan air dan minyak
ia di mata banyak kaum wanita. Tidak sedikit wanita yang memiliki persepsi,
jika syar'I maka akan berkurang kecantikannya dan berkurang juga daya tariknya.
Jika ingin cantik, maka tinggalkanlah syar'i.
parameter
kecantikan, apa parameter kecantikan?
"apakah
kulit putih bersih terbuka?"
"apakah
rambut hitam berkilau yang terurai?"
"apakah
tubuh indah yang melenggok dengan gemulai?"
Ya,
selama ini kita menjadikan hal-hal tersebut sebagai parameter kecantikan,
karena seperti itulah mindset serta pola piker kita dibangun oleh media-media
barat. Bicara cantik dan wanita adalah bicara tentangkeindahan fisiknya,
sehingga seolah-olah mutiaranya seorang wanita adalah fisik yang tampak saja.
Barat tidak pernah henti hentinya melakukan edukasi seperti ini kepada setiap
wanita diseluruh dunia. Mulai dari mengeluarkan alat-alat kecantikan yang
berfokus pemutih kulit, menjaga rambut, obat pelangsing atau penurunan berat
badan yang jikalau kiat lihat iklan-iklannya membentuk paradigm tentang apa itu
cantik bagi wanita. Kemudian ditambah Miss Indonesia, Miss world, dan
lain sejenisnya. meskipun dalam berbagai kesempatan mereka menyampaikan kalau
di dalam kontes tersebut yang dinilai tidak juga keahlian serta kecerdasan.
Akan tetapi, tetap saja hal utama yang menjadi penilaian adalah keindahan serta kecantikan fisik. Coba lihat,apakah
pernah ada peserta kontes-kontes seperti itu wanita dengan berat badan 100 kg
lebih dan pendek? Tentu tidak.
Ya,
itulah yang membentuk persepsi kita, anak muda, remaja kita hari ini tentang
kecantikan. Sehingga anak muda kita hari ini menjadikan Barat sebagai rujukan
utama dari bagaimana berpenampilan serta berpakaian. Ketika ditawarkan
bagaimana semestinya berpakaian dalam islam, yang ada hanya rasa minder, malu
dan tidak percaya diri.
Dari
Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata :" Rasulullah bersabda: 'Sungguh kalian
akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga
kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian pun akan masuk ke
dalamnya.' Mereka (para sahabat) bertanya:' wahai Rasulullah, apakah kaum
yahudi dan narsrani?' sabda beliau: 'siapa lagi." (HR. Bukhari dan
Muslim).
Jika
kita memiliki persepsi kalau cantik itu hanya seputar fisik, maka secara tidak
sengaja atau mungkin tidak sadr kita telah mengikuti umat-umat sebelum kalian
seperti yang Rasulullah sebutkan dalam hadis. Tentu disana mereka merasa sangat
bahagia sekali, ketika bnayak kaum muslimin bangga mencontoh cara dan gaya
hidup mereka karena memang itulah visi dan misinya.
Islam
bukan tidak memperhatikan penampilan, islam bukan tidak peduli tentang
kecantikan, justru islam sangat menjaga hal itu karena kecantikan adalah
mutiaranya wanita, intan berharganya seorang muslimah. Islam menjaga dan
melindungi itu semua, agar tidak bisa dinikmati atau dilihat oleh semua orang
tapi hanya istimewa untuk suaminya kelak. Islam ingin cantik wanita muslimah
selalu terjaga bagai mutiara. Tidak diumbar-umbar secara "murahan".
Komentar
Posting Komentar